Menakar Peluang Investasi Properti Setelah Lebaran

Menakar Peluang Investasi Properti Setelah Lebaran

Momen perayaan Idul Fitri, khususnya di Indonesia, lebih dari sekadar momen keagamaan bagi umat Islam. Lebaran juga menjadi momen spesial yang memengaruhi aspek-aspek lain, salah satunya sektor ekonomi. Momen lebaran atau setelah lebaran bisa menjadi waktu yang pas bagi investor untuk mencari peluang investasi properti.

Investasi Properti

Prediksi Pasar Properti Setelah Lebaran

Kondisi pasar properti setelah lebaran sangat dipengaruhi oleh perubahan perilaku konsumen selama Ramadan hingga lebaran terhadap dinamika pasar properti itu sendiri. Dalam beberapa kasus tertentu, momen tersebut justru dapat menciptakan fluktuasi yang relatif besar dalam aktivitas transaksi berbagai jenis produk properti.

Sebagaimana yang dijelaskan dalam artikel dari Solopos.com, tren penurunan penjualan produk properti seperti rumah tapak selama puasa dan lebaran merupakan fenomena yang umum terjadi. Konsumen cenderung menunda keputusan untuk melakukan pembelian properti. Mereka lebih memprioritaskan keperluan untuk lebaran yang bersifat mendesak, seperti membeli makanan, THR, dan biaya transportasi untuk mudik.

Namun, yang menarik adalah respons pasar properti begitu momen lebaran telah usai. Pasar properti diprediksi bisa kembali memperoleh momentum yang positif setelah lebaran. Salah satu faktor pendukungnya adalah adanya dana lebih dari hasil THR atau bonus akhir tahun yang dialokasikan untuk anggaran tambahan membeli properti sebagai investasi. Sebab, tak sedikit calon konsumen yang sengaja menunggu hingga momen Ramadan dan lebaran lewat sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi properti.

Masih melansir dari sumber yang sama, permintaan terhadap rumah tapak cenderung meroket setelah perayaan Idul Fitri. Hal ini terjadi utamanya di kalangan para perantau yang ingin memiliki hunian di dekat kampung halaman mereka. Fenomena ini menunjukkan bahwa lebaran tak hanya menciptakan potensi peningkatan permintaan properti, melainkan juga menciptakan sebuah preferensi baru di kalangan konsumen. Rumah komersial, terutama yang memiliki harga di atas Rp400 juta misalnya, menjadi pilihan menarik bagi para perantau, baik sebagai investasi maupun tempat tinggal sementara saat mereka mudik ke kampung halaman.

Namun, perlu diketahui pula bahwa potensi pertumbuhan pasar properti setelah lebaran tak hanya terjadi pada segmen rumah komersial. Seiring dengan melonjaknya permintaan konsumen terhadap properti, baik itu rumah tapak atau komersial, ada juga potensi pertumbuhan produk properti lainnya, seperti tanah kosong dan apartemen. Faktor-faktor seperti lokasi, kebijakan pemerintah, dan infrastruktur bangunan ikut memengaruhi dinamika pasar properti setelah lebaran.

Jadi, soal investasi properti, momen setelah lebaran menjadi salah satu waktu yang tepat untuk melakukan transaksi. Namun, para investor tetap harus jeli dengan tren pasar dan mengidentifikasi peluang investasi yang ada sesuai dengan profil risiko sekaligus tujuan investasi mereka. Dengan memahami dinamika pasar properti setelah lebaran dan mempertimbangkan segala aspek investasi yang ada, maka investor bisa memanfaatkan momentum ini untuk mengoptimalkan portofolio investasi properti mereka.

Tips Berinvestasi Properti Setelah Lebaran

Berikut ini sejumlah tips singkat untuk berinvestasi properti setelah lebaran yang harus diperhatikan oleh para calon investor.

1. Perhatikan tingkat fluktuasi harga

Salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum melakukan investasi properti pasca lebaran adalah fluktuasi harga properti selama momen Ramadan dan lebaran. Harga properti cenderung mengalami kenaikan menjelang Idul Fitri karena tingginya tingkat permintaan, tetapi setelah momen tersebut berakhir, bisa terjadi penurunan harga. Hal ini karena berkurangnya animo masyarakat untuk berinvestasi. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk memantau tren harga dengan cermat dan mengambil keputusan yang tepat. Dengan memahami pola fluktuasi harga, investor bisa mengoptimalkan peluang investasi mereka.

2. Perhatikan detail produk properti

Sebelum memutuskan untuk membeli properti sebagai investasi, investor harus mempertimbangkan terlebih dahulu berbagai aspek terkait properti tersebut. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah lokasi properti. Properti yang berada di lokasi strategis otomatis memiliki nilai beli dan jual yang lebih tinggi dan memiliki potensi untuk menghasilkan imbal hasil yang lebih besar di masa depan.

Selain itu, investor juga perlu memperhatikan harga properti dan kondisi fisiknya. Properti dengan harga yang sesuai dengan pasaran dan kondisi yang optimal akan lebih mudah untuk dijual kembali maupun disewakan di kemudian hari. Oleh sebab itu, penting untuk melakukan riset dan analisis yang mendalam terhadap properti yang ingin dibeli sebagai langkah utama dalam proses melakukan investasi properti.

3. Perhatikan prospek jangka panjang

Selain memperhatikan kondisi pasar saat ini, investor juga perlu mempertimbangkan prospek jangka panjang dari investasi produk properti terkait. Hal ini termasuk pertimbangan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional atau daerah dan perkembangan infrastruktur di sekitar properti yang dipilih. 

Properti yang terletak di daerah yang sedang mengalami perkembangan atau memiliki potensi untuk berkembang dengan pesat di masa mendatang cenderung memiliki prospek yang lebih baik dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, penting sekali bagi investor untuk melihat lebih jauh kondisi pasar properti di masa mendatang dan mempertimbangkan faktor-faktor jangka panjang yang bisa memengaruhi nilai properti di masa depan.

Itulah peluang investasi properti setelah lebaran yang merupakan momen strategis untuk melakukan segala sesuatu yang baru, termasuk melakukan transaksi di sektor properti. Kendati pasar properti cenderung lesu selama Ramadan dan lebaran, potensi pertumbuhan kembali muncul setelah lebaran usai. Dengan memperhatikan fluktuasi harga, kondisi properti, dan juga aspek jangka panjang, investor bisa memanfaatkan momen setelah lebaran untuk meningkatkan portofolio investasi properti mereka.

Leave a Reply