Transformasi Digital: Definisi dan Dampaknya pada Dunia Kerja

Era digital telah membawa banyak perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam dunia kerja. Transformasi digital bukan hanya soal penggunaan teknologi baru, melainkan juga mencakup perubahan fundamental dalam cara manusia bekerja dan berinteraksi dalam dunia profesional.

Di tengah pesatnya perkembangan digital, tentunya penting bagi setiap manusia untuk bisa menyesuaikan diri. Para pekerja maupun pebisnis wajib memahami apa itu transformasi digital dan bagaimana dampaknya terhadap industri serta karier.

Transformasi Digital

Apa Itu Transformasi Digital?

Transformasi digital adalah suatu proses integrasi teknologi digital ke dalam semua area bisnis atau kehidupan manusia. Seperti yang sudah disinggung, transformasi tak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi baru melainkan juga melibatkan perubahan operasional, budaya kerja, dan model bisnis.

Dalam konteks bisnis, transformasi digital lebih merujuk ke arah penggunaan teknologi digital guna meningkatkan efisiensi kerja, memperbaiki pengalaman pelanggan, hingga menciptakan model bisnis baru yang jauh lebih inovatif. Contoh dari penerapan transformasi digital meliputi penggunaan big data, cloud computing, Internet of Things (IoT), dan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dalam kegiatan bisnis sehari-hari.

Kendati demikian, transformasi digital menurut laman Harvard Business Review justru lebih ditujukan pada pengguna teknologi, bukan pada teknologi itu sendiri. Sederhananya begini, setiap orang dengan finansial berlebih, pastinya mampu membeli produk teknologi terbaru. Namun, kemampuannya dalam mengoperasikan teknologi itulah yang menjadi fokus utama dari transformasi digital.

Jadi, kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap cepatnya perubahan teknologi merupakan kunci sukses di era digital seperti sekarang. Dengan kata lain, perusahaan bisa saja membeli teknologi terbaru, tetapi kemampuan perusahaan untuk bisa memanfaatkannya secara efektif sangat bergantung pada kualitas dan kesiapan sumber daya manusia atau pekerja.

Transformasi Digital dan Industri

Dalam dunia industri, transformasi digital lebih merujuk pada suatu proses penggunaan teknologi digital dalam proses, aset, serta produk perusahaan dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi kerja, mendorong customer value, melihat peluang baru, dan mengelola risiko.

Transformasi ini terjadi di berbagai belahan dunia. Ini artinya, setiap industri wajib untuk mengadopsi teknologi digital demi kelangsungan bisnis. Proses adopsi bisa diterapkan pada operasional internal maupun eksternal, termasuk dalam bidang pemasaran, layanan pelanggan, penjualan, dan lain sebagainya.

Lantas, bagaimana caranya agar industri mampu beradaptasi? Perusahaan tentunya harus menerima fakta bahwa dunia sudah berubah, teknologi makin berkembang, dan budaya kerja serta industri sudah mengalami perubahan. Mereka harus memikirkan kembali kondisi perusahaan saat ini dan apa yang harus dilakukan dengan adanya perkembangan digital agar bisnis bisa tetap berjalan.

Melansir laman Nexusintegra, kunci utama dari keberhasilan transformasi digital bagi perusahaan adalah kemampuan SDM terkait teknologi. SDM memainkan peran krusial dalam proses penerapan teknologi digital dalam perusahaan. Tanpa adanya SDM yang berkualitas, mustahil transformasi digital bisa berjalan dengan lancar.

Perusahaan membutuhkan SDM yang mampu beradaptasi dengan segala bentuk perubahan teknologi. Perusahaan juga dianjurkan untuk memandang perangkat lunak, infrastruktur, dan pegawai sebagai satu kesatuan yang saling berkesinambungan dalam sebuah sistem. Kesatuan ini menjadi kunci bagi perusahaan untuk bisa beradaptasi di tengah perubahan budaya bisnis.

Dampak Transformasi Digital terhadap Karier

Transformasi digital tak hanya memengaruhi cara perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Transformasi ini juga berpengaruh terhadap karier setiap orang. Berikut beberapa dampak signifikan dari adanya transformasi digital dalam dunia kerja:

1. Perubahan dalam jenis pekerjaan

Salah satu dampak dari transformasi digital adalah banyak pekerjaan manual yang perlahan-lahan akan digantikan oleh mesin otomatisasi dan AI. Namun di sisi lain, transformasi digital juga menciptakan lapangan pekerjaan baru, terutama yang membutuhkan kemampuan digital seperti software developer, analyst, cybersecurity, dan masih banyak lagi.

2. Peningkatan permintaan SDM dengan skill digital

Poin yang satu ini masih ada kaitannya dengan poin pertama. Transformasi digital secara langsung mendorong terjadinya peningkatan permintaan terhadap SDM dengan skill digital, seperti pemrograman, analitik data, dan semua yang berhubungan dengan teknologi digital. Dengan kata lain, karyawan maupun calon kandidat dituntut untuk memiliki skill digital dan kemampuan untuk selalu belajar guna mengembangkan keterampilan digital mereka.

3. Fleksibilitas model kerja

Pandemi COVID-19 menuntut banyak perusahaan untuk mengubah model kerja menjadi kerja jarak jauh atau work from home (WFH). Meskipun pandemi sudah berlalu, banyak perusahaan yang masih menerapkan sistem kerja tersebut di mana karyawan tak harus datang langsung ke kantor atau istilah kerennya adalah remote working atau kerja dari mana saja.

Model kerja seperti ini didukung oleh aplikasi kolaborasi online yang makin bervariasi dan bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan dan tujuan penggunaan. Jadi, transformasi digital membuat proses kerja makin fleksibel.

4. Adaptasi secara berkelanjutan

Transformasi digital juga menuntut semua orang, termasuk karyawan, untuk selalu siap beradaptasi dengan hal-hal baru. Kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan secara cepat dan memiliki keinginan untuk selalu belajar merupakan dua kualitas utama yang sangat dicari di dunia kerja ini.

Transformasi digital juga membawa tantangan yang bisa mengancam kehidupan manusia. Salah satu tantangan tersebut adalah potensi hilangnya pekerjaan karena banyak perusahaan menggunakan mesin otomatis dan bahkan AI.

Perusahaan juga perlu mengeluarkan dana untuk memberikan pelatihan ulang kepada karyawan yang terdampak. Namun, dengan melakukan pendekatan yang tepat, tantangan ini tentunya bisa diatasi. Perusahaan, masyarakat, dan tak ketinggalan adalah pemerintah perlu bekerja sama untuk mengkaji ulang penerapan teknologi agar sesuai dengan etika dan tidak menimbulkan dampak negatif.

Kesimpulan

Jadi, transformasi digital adalah fenomena tak dapat dihentikan maupun dihindari. Teknologi akan selalu berkembang dan memengaruhi segala aspek kehidupan manusia, termasuk dalam dunia kerja. Perkembangan ini tak hanya mengubah cara bisnis beroperasi tetapi juga memengaruhi karier pekerja.

Dalam menghadapi perubahan ini, penting bagi setiap individu dan perusahaan untuk mau beradaptasi dengan perubahan teknologi agar tetap relevan dengan dunia kerja yang dinamis. Selain itu, pemahaman yang baik tentang perubahan digital dan dampaknya juga diperlukan agar bisa lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang yang muncul di era digital ini.

Leave a Reply